HEADLINE NEWS

Sabtu, 18 Juni 2011

18 tahun, Pejabat China Korupsi Rp1.000 Triliun

Beijing: China menderita kerugian hingga USD123 miliar (lebih dari Rp1.000 triliun) akibat perilaku koruptif para pejabatnya dalam dua dekade terakhir. Sebagian besar uang negara yang dikorupsi itu disimpan di berbagai negara, dengan Amerika Serikat sebagai tujuan utama.

Hal tersebut diungkap dalam laporan Bank Sentral China baru-baru ini. Disebutkan, ada sekitar 16 ribu hingga 18 ribu pejabat pemerintah dan badan usaha negara yang menyelundupkan uang negara itu ke luar negeri antara 1990 hingga 2008.

Dirilis washingtonpost.com, Jumat (17/6), para pejabat korup menyimpan uang hasil korupsi di Amerika Serikat, Australia, Kanada, dan Belanda dalam bentuk pembelian properti atau pendirian perusahaan dengan tujuan pencucian uang.

Laporan itu menegaskan, korupsi merupakan ancaman serius terhadap stabilitas ekonomi dan politik China.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar